Maret 2020 lalu, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran yang berisi perintah untuk seluruh instansi pendidikan menunda pembelajaran tatap muka dan menggantinya dengan pembelajaran online. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) akhirnya dilakukan oleh semua instansi pendidikan. Hingga Maret 2021 PJJ masih berlangsung, sudah setahun para pelajar belajar dirumah.Â
Pandemi tidak hanya meningkatkan resiko kesehatan jasmani, akan tetapi juga resiko gangguan mental. Masyarakat Indonesia terkena dampak dari pandemi ini, ketakutan luar biasa membuat psikologi mereka semakin memburuk. Takut sakit, kena PHK dan tidak bisa makan membuat kita mengalami penurunan kesehatan mental. Hal ini menjadi salah satu fokus dari WHO dalam menangani berbagai akibat dari pandemi covid 19.
Laporan berjudul “Psychological Impact From COVID 19 Among University Student: Risk Factors Across seven State in The United States†itu menyimpulkan, kualitas kesehatan mental sebagian besar mahasiswa di Amerika Serikat anjlok selama pandemi. Psikolog dan akademikus Clemson University di South Carolina, Matthew Browning menulis bahwa penelitian timnya tersebut dilandasi fakta, bahwa sebelum pandemi sekalipun kesehatan mental mahasiswapun tidak baik-baik saja. Banyak mahasiswa AS yang mengalami depresi, kecemasan dan gangguan mental selama pandemi covid 19.Â
Hasil riset lainnya, berjudul "Gambaran Psikologis Mahasiswa Dalam Proses Pembelajaran Selama Pandemi Covid-19" yang termuat di Jurnal Keperawatan Jiwa (Agustus, 2020) terbitan Universitas Muhammadiyah Semarang, memperlihatkan dampak kuliah daring pada psikologis mahasiswa. Hasil riset ini menunjukkan 63,6% responden terindikasi mengalami masalah kesehatan mental akibat pandemi. Sejumlah masalah itu: merasa cemas dan khawatir (59%); sulit tidur (50%); sulit berpikir (50%); lelah sepanjang waktu (50%); dan punya pikiran mengakhiri hidup (9%).Â
Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to [email protected]