Ide-Ide Kreatif Designer
Berita
  • 30 Agustus 2021
    Oleh : juni amanullah, m.pd. 8097 Views

    Kata ide berasal dari bahasa Yunani “idea” yang artinya bentuk/ pola dari kata aslinya “idein” dengan arti melihat. Ide merupakan suatu rancangan yang tersusun didalam pikiran atau perasaan, cita-cita dan yang benar-benar menyelimuti pikiran, bentuknya masih abstrak. Ide mewakili sebuah konsep dan atau filosofi, pemikiran atau saran mengenai tindakan yang mungkin dilakukan, ide merupakan gagasan awal sebuah karya yang berdampak pada sebuah value. Sedangkan kreatif atau kreativitas merupakan suatu kemampuan yang dimiliki individu untuk menciptakan sesuatu yang baru, menghasilkan komposisi, produk, dan gagasan yang pada dasarnya baru. Kreativitas memiliki empat aspek yaitu: 1. Pribadi, dengan tindakan kreatif dari keunikan kepribadian dalam interaksi lingkungan, 2. Proses, merupakan langkah dalam berproses kreatif dalam (pengembangan, persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi), 3. Produk, kemampuan untuk menghasilkan/ menciptakan sesuatu yang baru, 4. Pendorong, kreativitas terbentuk dari diringan internal dan dorongan eksternal dari individu.


    Proses kreasi merupakan tahapan yang sangat penting untuk seorang desainer dalam menciptakan suatu karya. Proses kreatif yang dialami oleh desainer umumnya tertuang secara tidak sadar oleh pelaku kreatif itu sendiri. Berikut empat aspek kreativitas desainer dalam mendapatkan ide-ide kreatifnya:


    1. Tindakan kreatif dari pribadi dan interaksi lingkungan.

    Kreativitas desainer muncul dari diri sendiri yaitu penuangan dari suatu ide dan gagasan yang ada didalam pikiranya secara intiutif. Ide dan gagasan ini didapat dari pengalaman pribadinya dan lingkungan, lingkungan memberikan pengalaman visualisasi keadaan, interaksi dan sikap untuk ikut serta menjelajahi lingkungan. Melalui lingkungan, pribadi desainer memunculkan ide-ide yang unik, yang baru, yang berbeda dengan yang lainnya dengan mengangkat isu-isu terbaru mengenai karya seni atau desain. Sebagai contoh: seorang busana sedang berjalan-jalan dipasar tradisional yang kumuh, di sana dia melihat keranjang barang yang terbuat dari anyaman bambu, lalu dia mendapatkan ide dan mengkreasikannya menjadi sebuah baju yang terbuat dari bambu dengan teknik anyaman dalam pembuatannya. Ide ini sangat fantastis yang ditemukan lewat pengalaman dirinya sedang berada di dalam pasar tradisional yang kumuh. Ide itu diolah, diproses, dan diaplikasikan pada suatu produk yaitu busana dengan bahan bambu yang visualisasinya memperlihatkan keunikan teknik anyaman yang sudah di gubah dan disesuaikan dengan kenyamanan dalam berpakaian.

    2. Proses Kreatif

    Proses kreatif ini dimulai ketika kita sudah memantapkan konsep dari ide dan gagasan dari desainer. Ide dan gagasan itu dituangkan ke dalam media yang akan digunakan untuk proses pembuatan karya desain. Umumnya desain ataupun desainer/ pekerjaan yang berhubungan desain wujud bentuk karyanya umumya visual/ fisik/ yang dapat dilihat mata. Karya visual ini bisa berbentuk dua dimensi maupun tiga dimensi, yang dua dimensi meliputi rancangan gambar, sketsa, rancangan desain grafis, logo dll. Bentuk dua dimensi yang hanya bisa dilihat dari satu arah saja dan tidak memiliki volume, sedangkan yang hasil desain tiga dimensi sifatnya menempati ruang dan dapat dilihat diberbagai arah. Proses perwujudan desain seorang desainer membutuhkan media dalam penuangannya, umumnya menggunakan media kertas dan pensil dahulu dengan membuat coretan-coretan konsep desain yang selanjutnya di transfer ke media digital seperti komputer.



    3. Produk

    Produk adalah segala sesuatu yang mampu dihasilkan, dari proses produksi berupa barang ataupun jasa yang nantinya akan diperjual belikan di pasar. Setelah desainer membuat desain lalu diwujudkan melalui produk. Produk dari desain menggambarkan proses menciptakan produk untuk memecahkan masalah oleh pengguna. Kunci dari desain produk yang sukses adalah pemahaman tentang pelanggan pengguna akhir dengan target kenapa produk itu harus di buat. Di sini desainer memiliki tantangan yaitu bagaimana membuat produk yang sesuai dengan ide dan sesuai juga diaplikasikan kepada pasar. Desainer harus membuat suatu inovasi baru dari penuangan ide dan proses pembuatan produk desain. 


    4. Pendorong

    Dorongan kreativitas terbentuk dari internal dan dorongan eksternal individu. Dari internal berupa keinginan, motivasi, pengalaman, hasrat yang kuat, pengetahuan, kekuatan atau sesuatu yang dipunyai dari diri sendiri. Desainer harus mengolah dan memahami diri sendiri bagaimana batas kemampuannya untuk dapat menghasilkan karya desain yang bermutu. Dorongan eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu yang bersangkutan antara lain keamanan, kebebasan psikologis, sarana dan fasilitas, perkembangan sosiologis, pandangan dan minat, lingkungan, dorongan melakukan eksperimen dan kegiatan kreatif, mengembangkan fantasi kognitif dan inisiatif, serta penerimaan dan penghargaan terhadap individu. 


    Aspek-aspek di atas perlu diolah dan dikembangkan oleh desainer jika ingin menjadi seorang desainer yang kreatif dan inovatif, tak lupa juga seorang desainer juga harus mengikuti perkembangan dan pembaharuan, jika tidak dia akan ketinggalan informasi mengenai dunia desain. Bagaimana dengan anda? Memiliki kreativitas dan inovatifkah sebagai seorang desainer? 



    Hello!

    Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to [email protected]

    Support Syawaludin Subekti
    6281215484296
    Support Eko Haryono
    6285540431346
    Hello! Ada yang bisa saya bantu?
    ×
    Hubungi kami ? 950