Perkembangan esport di Indonesia semakin pesat, banyak kaum muda yang mulai tertarik untuk menekuni cabang olahraga ini, akhinya banyak bermunculan atlet-atlet esport yang memiliki kemampuan yang baik. Sejak tahun 2012 Indonesia memiliki tim-tim yang melegenda sejak jaman Point Blank, Dota dan game-game warnet lainnya.
Kita sebut saja salah satu gamer terbaik saat itu JinX Pro Amanda, dia menjadi selebriti di kalangan anak warnet, bahkan nicknamenya sering dipakai dikalangan gamer warnet sat itu. Sekarang bermunculan gamer-gamer esport Indonesia dengan nickname yang sudah dikenal publik sebagai pro gamer seperti Ihsan Lemon, duo kembar Luxxy-Zuxxy, Jess no limit, Frontal Gaming, dan masih banyak lagi. Nama-nama diatas tentunya memiliki dedikasi yang tinggi sehingga bisa mencapai posisi terbaik dibidangnya. Hal ini tentunya memberikan motivasi besar untuk gamer pemula, perlu adanya wadah bagi mereka agar dapat mengembangkan talenta.
Di zaman teknologi saat ini masih banyak stigma negative berkenaan dengan player esport, terutama tanggapan para orang tua yang menganggp anak=anak mereka hanya sekedar bermain game, perlu adanya sebuah pembuktian nyata agar para orang tua bisa mengerti dan memahami kegiatan esport yang dilakukan ana-anak mereka adalah hal yang positif.
Kampus salah satu wadah tepat bagi para mahasiswa mengembangkan bakat dan minat, karena kamus memiliki wadah yaitu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Disinilah kita bisa membuat satu langkah untuk membuka wawasan tentang esport ke masyarakat, terutama orang tua. Selain itu kita haru tunjukkan manfaat dan hasil dari olahraga ini, agar semakin kuat dukungan dari para orang tua dan masyarakat.
1. PROSPEK KARIR CERAH
Karir atlit esport di Indonesia saat ini lebih baik dibanding karir pemain sepak bola, nilai kontrak yang fantastis membuat olahraga ini di lirik oleh para sponsor, bahkan esport adalah salah satu olahraga yang dipertandingkan di event olahraga multicabang bergengsi.
Di Asia sendiri cabang olahraga ini pernah dipertandingkan di pada Asian Indoor Games 2007, kemudian di Asian Indoor Martial Arts sejak tahun 2013, bahkan tahun 2022 akan menjadi salah satu cabang yang akan dipertandingkan di Asian Games dan wacana 2024 esport akan dipertandingkan di Olimpiade Eropa.
2. SCENE KOMPETITIF
Dulu di kampung-kampung saat bermin game winning eleven, setiap pemain berusaha menjadi yg terbaik sehingga mendapat julukan penguasa wilayah. Budaya ini terlahir kembali di game online, mulai dari kampung, kota, pulau sampai Negara memiliki jagoannya masing-masing. Panggung kompetitif seperti ini telah mengakar sampai ke lini masyaraka paling kecil, hal ini menegaskan bahwa Esport harus msuk ke kampus, menjadi sebuah UKM untuk mengembangkan skill player.
3. INDONESIA PERNAH JUARA DUNIA
Tidak perlu diragukan lagi kiprah player-player Indonesi dikancah internasional, tim dari Indonesia selalu menjadi langganan juara game daring yang dipertandingkan. Wajar jika banyak anak muda ingin menjadi pro player dan ikut berperan dalam kejuaran dunia.
Melakukan regenarsi adalah salah satu cara memperthankan gelar juara, dengan adanya bimbingan kepada player-player muda, maka dipastikan gelar juara akan kita raih. UKM adalah salah satu wadah tepat, karena dibawah naungan sebuah Universitas.
4. PENDAPATAN YANG MENJANJIKAN
Penghasilan Pro player esport bisa mencapai ratusan juta, mulai dari prize pool dari turnamen besar, harga slot untuk tim yang akan berlaga di liga nasional nilanya ratusan juta rupiah, bahkan nilai transfer pemain bisa mencapai miliyaran rupiah.
Hal ini layak menjadi salah satu tujuan hidup seseorang, dengan niat yang kuat dan berlatih rutin maka tidak mustahil seorang mahasiswa bisa mencapai titik tertinggi.
Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to [email protected]