Avengers Indonesia Dan Australia
Berita
  • 19 Agustus 2021
    Oleh : wibi ardi alvianto, m.pd. 367 Views

    Indonesia dan Australia sudah memiliki hubungan kerjasama sejak Indonesia merdeka, banyak tantangan yang dihadapi untuk mempertahankan hubungan ini. Dapatkah Indonesia dan Australia berkolaborasi seperti Avengers? Dalam pidatonya Jokowi mengatakan;


    “saat kekuatan yang baik bersatu, seperti Avengers, maka musuh dapat dikalahkan bersama. Jika Indonesia dan Australia terus berkolaborasi, maka intoleransi, proteksionisme, ketkutan terhadap kemiskinan dan ancaman perubahan iklim dapat diatasi”. 


    Poin Jokowi tentang krisis iklim mungkin kurang menarik, akan tetapi kedua pemimpin Negara optimis kan kolaborasi ini untuh masa depan cerah. Meskipun orang Indonesia dan Australia sangat ramah ada batas-bastas sistemik yaitu, kurangnya sumber daya, tatanan institusi dan proses kolaboratif yang kurang setara yang dapat memperlambat proses kolaborasi.


    Australia-Indonesia center menyatukan ratusan peneliti, kementrian, mitra bisnis dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui evaluasi ekstensif yang dilakukan, banyak plejaran berharga yag didapat tetang hal-hal yang medukung kolaborasi suskses. 


    Berikut adalah hal yang sering diabaikan dalam hal batas sistemik: 

    Posisi Setara

    Hambatan sistemik dapat menghambat laju proyek dan usaha menjadi tertunda, hal ini mengkibatkan orang-orang hilang semangat, misalnya, ada keterlambatan pertukaran data antar Negara, orang akan cenderung menyalahkan satu sama lain. Respon ini terjadi karena kesalahan atribusi mendasar yaitu ketika kita mengakitkan hambatan dengan perorangan, ketimbang mempertimbangkan kendala situasional sebagai penyebab.


    Ini kelihatan sederhana secara teori, namun perbedaan dalam aturan hokum dan birokrasi dapat mempengaruhi otonomi mitra serta waktu proyek. Indonesia dan Australia memiliki alur birokrasi yang berbeda, misalnya alokasi anggaran dan keputusan kadang tidak selaras.


    Memastikan Partisipasi Adil

    Setelah posisi setara ditetapkan, kita harus mengatasi hambatan-hambatan sistemik antara orang-orang yang berada di kelompok sama. Untuk menyatukan pikiran orang Indonesia dan Austrilia perlu peran partisipisasi sejak awal. Upaya menumbuhkan pemikiran tentang “cara berpikir bersama”. Tentang siapa yang ada dalam tim atau tidak. Tujuan apa yang sedang diperjuangkan tim. 


    Adanya pemahaman tentang aspek-aspek kerjasama tim ini akan mengatasi perbedaan dalam budaya dan menciptakan sebuah budaya yang unik dalam sebuah kerjasam.




    Hello!

    Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to [email protected]

    Support Syawaludin Subekti
    6281215484296
    Support Eko Haryono
    6285540431346
    Hello! Ada yang bisa saya bantu?
    ×
    Hubungi kami ? 950